Sidang Jessica Hadirkan Ahli Toksikologi

    95
    0
    SHARE
    Sidang jessica hadirkan ahli toksikologi

    Kamis, 25 Agustus 2015, bakal digelar sidang ke-14 perkara kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin bersama terdakwa Jessica Kumala Wongso. Rencananya Sidang Jessica hadirkan ahli toksikologi dari Kampus Udayana Bali, I Made Agus Gelgel Wirasuta dimana pada sidang sebelumnya batal bersaksi.
    Wirasuta sempat hadir di sidang Jessica pada hari Kamis (18/8/2016), namun hakim memutuskan menunda sidang sebab Jessica mengeluh sakit tenggorokan & kepala. JPU Ardito Muwardi menjelaskan bahwa Wirasuta adalah ahli toksikologi dimana kemampuannya telah teruji di perkara pembunuhan Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir.
    “Pak Made Gelgel ini salah satu ahli yang membongkar kasus pembunuhan Munir,” kata Ardito disaat berbincang bersama Hakim Anggota Binsar Gultom, usai persidangan Rabu 18 Agustus 2016.

    Menurut Ardito, Wirasuta¬† memiliki perhitungan yang tajam, dia akan menganalisis kapan waktu masuknya racun ke badan Mirna & berapa lama racun tersebut larut di gelas Vietnamnese Ice Coffee sampai bereaksi di badan Mirna. “Perhitungannya lebih tajam dari saksi yang sebelumnya. Nanti kita bakal tahu perkiraan kapan racun itu bekerja,” ucap Ardito.

    Ahli Toksikologi dari Pusat Laboratorium Polri Kombes Nur Samran Subandi pada awalnya mengungkapkan jumlah natrium sianida (NaCl) yang ditelan Wayan Mirna Salihin saat menyedot Vietnamnese Ice Coffee yaitu kurang lebih 20 ml.

    Rangkuman tersebut didapat Nur Samran sesudah timnya melakukan 20 kali pengambilan contoh barang yaitu sisa kopi yang diminum Mirna dengan menggunakan sedotan.
    Sementara itu, tingkat konsentrasi sianida di dalam 20 ml larutan kopi yang diminum Mirna kurang lebih 15 gr per liter. “Bukan 15 gr per gelas ya,” sambung Nur Samran.

    Dari situ Nur Samran & tim forensik melakukan penghitungan, kalau gelas Vietnamnese Ice Coffee Cafe Olivier dapat menampung 300-350 ml larutan kopi, sehingga banyaknya sianida yang dimasukan oelh pembunuh Mirna berjumlah 5 gr.

    untuk membunuh satu orang yang memiliki bobot badan 60 kilogram seperti Mirna, 172 miligram atau 1,72 gr natrium sianida saja dinilai Nur Samran sanggup membunuh korban. “Hampir 2 kali lipat besar nya yang masuk di badan korban. Apalagi ini melampaui 172 miligram Untuk korban seberat 60 kg pasti mati,” menurutnya.

    Jaksa penuntut umum melihat pentingnya sidang jessica hadirkan ahli toksikologi di sidang yang ke-14 ini supaya kasus ini menjadi terang benderang, karena menyangkut kredibilitas para penegak hukum di Indonesia, terangnya.

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY