Penerapan Cukai Plastik Batal Di Tahun Ini

Penerapan Cukai Plastik Batal Di Tahun Ini

128
0
SHARE
Plastik

Direktorat Jenderal Bea Cukai KEMENKEU (DJBC Kemenkeu) memperkirakan penerapan cukai plastik batal di tahun ini. Padahal pada awalnya, pemerintah menargetkan eksekusi kebijakan ini berjalan di 2016 sehingga bisa menambah penerimaan cukai sampai Rp 1 triliun.

Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengaku, kami akan terus berusaha supaya Dewan Perwakilan Rakyat dapat segera mengesahkan aturan cukai plastik.

Kebijakan ini sebagai sarana untuk mengejar target penerimaan cukai yang dipasang naik dari Rp 148,1 triliun di APBN-P 2016 menjadi Rp 157,2 triliun.

“Pembahasan cukai plastik bersama Dewan Perwakilan Rakyat terus dilanjutkan, bukan berarti stag. Namun bisa saja ketetapan (cukai plastik) bisa selesai tahun ini, walaupun penerapan cukai plastik batal di tahun ini. Tetapi kami targetkan eksekusinya sanggup dilakukan di awal 2017,” papar Heru di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Dirinya mengakui, pemerintah tetap mengandalkan kebijakan cukai plastik untuk memenuhi keperluan penerimaan cukai lainnya yang ditargetkan naik dari Rp 1 triliun di APBN-P 2016 menjadi Rp 1,6 triliun di RAPBN 2017. terang beliau.

Sementara untuk perkiraan penerimaan shortfall untuk cukai plastik susah dikejardi tahun ini, Heru bilang, DJBC dapat memaksimalkan pendapatan dari pos bea cukai yg ada, seperti bea masuk, bea ke luar, & kebijakan cukai yang lain.

“Kita kan tetap miliki beberapa sumber, seperti bea masuk, bea ke luar, cukai. Ketiganya kita maksimalkan. Yang terutama kita berkata keseluruhan,” terang Heru.

Pada Awalnya, Kepala bagian Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara melanjutkan, pihaknya belum memutuskan atau tetap menggodok wujud product plastik yg bakal terkena pengenaan tarif cukai.

“Tidak seluruh plastik dikenakan cukai. Kategori plastik kan macam-macam, sepatu, tas, botol sabun, kantong kresek atau plastik. Wujudnya macam-macam, hanya mana yangtg layak (dipungut cukai) tetap dalam kajian,” terang Suahasil.

Prosedur pemungutan cukai, beliau mengaku tetap akan dikaji lantaran membutuhkan diskusi lebih mendalam. Beliau berpikir, pungutan cukai plastik seperti kebijakan kantong plastik berbayar sebesar Rp 200 per lembar.

“Mekanismenya gimana belum tahu, apa ingin per lembar seperti di Jakarta Rp 200 per lembar, atau ingin per kilogram (Kg),nanti tergantung mekanismenya. Seandainya setuju plastik, plastik yg mana, ingin gunakan timbangan, lembaran atau yang lain,” ucap Suahasil.

BKF Kemenkeu, tambah beliau, tengah merampungkan kajian pemungutan tarif cukai plastik. Diharapkan dalam pengajuan APBN Perubahan 2016, yang akan disepakati Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

“Targetnya hingga APBN-P selesai, Juni ini. Kita lagi menyelesaikannya dikarenakan target kita masuk di penerimaan APBN-P 2016,” ucap ia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY