Beberapa Faktor Penyebab Inflasi

Beberapa Faktor Penyebab Inflasi

123
0
SHARE
Beberapa Faktor Penyebab Inflasi

(BPS) atau Badan Pusat Statistik akhirnya mengumumkan realisasi inflasi sebesar 0,22 % pada bulan September 2016. Beberapa faktor penyebab inflasi pada bulan september 2016  karena terjadinya kenaikan harga non makanan, kenaikan tersebut meliputi harga jual cabai merah, harga tarif pulsa telephon, biaya sewa rumah, biaya pendidikan di universitas dan yang lagi marak saat ini yakni harga rokok.

Beberapa faktor penyebab inflasi di atas, walaupun bukan sesuatu yang utama, tetapi mampu menggoyang perekonomian serta berdampak pada nilai rupiah kita yang akan semakin tidak berarti di bandingkan dengan harga sebuah produk tertentu.

Menurut Suhariyanto (kepala BPS) atau yang akrab disapa Kecuk ini mengatakan, pada saat  bahan makanan mulai mengalami deflasi, hanya produk cabai merah yang terus mengalami kenaikan harga. hal ini bisa terjadi karena dampak cuaca buruk yang menyebabkan kurangnya pasokan dan pendistribusian tidak merata untuk seluruh daerah.

Rokok kretek juga mengalami kenaikan harga karena dampak dari inflasi sebesar 0,02 persen. Biaya kuliah dan akademi juga ikut naik, harga sewa rumah naik sebesar 0,03 %, tarif dasar listrik bulanan baik bisnis maupun perorangan, biaya pulsa handphone juga terkena dampak inflasi senilai 0,05 %,” jelas Suhariyanto.

Harga cabai merah adalah produk yang mengalami kenaikkan paling tajam dibandingkan dengan produk biaya yang lainnya. Harga cabai merah terpantau meroket naik ke 18%, sehingga membawa cabai merah memiliki andil ke inflasi yang cukup besar di bulan september.

Harapannya dengan info ini, masyrakat bisa semakin pintar dan jeli dalam mengelola keuangan dan aset nya. karena perubahan iklim yang ekstrem, masih bisa berpengaruh ke beberapa barang’/ produk yang bisa berdampak terhadap inflasi.

 

Baca Juga Program Tax Amnesty Terbilang sukses

Baca Juga Keuntungan Mengikuti Tax Amnesty

Baca Juga Kantor Google Di Grebeg Petugas Pajak

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY